Mengenang eNgKoNg*ku…
* engkong = kakek = kungkung = grandpa
Suatu hari aku pergi makan dengan kakekku. Selesai makan kami pun beranjak pulang. Saat menyeberang jalan, kakekku menggandeng tanganku, dan aku merasa aman. Tiba2 dari ujung jalan muncul segerombolan anak-anak muda mengendarai motor. Aku mengenal mereka, dan mereka mengenalku. Mereka memanggilku, dan menggodaku… Anak umur 13 tahun sepertiku saat itu suka menjadi pusat perhatian, tapi aku canggung terlihat bersama kakekku. Maka aku pun melepaskan tanganku dari genggaman tangan kakekku, dan menjauh…
Hari itu aku ditugaskan menjaga rumah, karena ayahku sedang rawat inap di rumah sakit. Tidak ada orang di rumah selain aku. Temanku memberi kabar bahwa malam itu ada acara kemah di sekolah kami dulu. Awalnya rencanaku sederhana saja, mengintip acara kemah itu, lalu lekas pulang kembali. Ternyata aku malah bertemu dengan teman-teman lamaku, dan aku lupa waktu. Saat ku pulang, kakekku sudah menunggu di depan rumah, karena khawatir dengan keadaanku. Dipikirnya aku kenapa, tidak menjawab telepon-telepon dari ayahku. Dipikirnya aku kemana, karena tetanggaku mengetuk rumah tapi tidak ada yang menyahut. Dipikirnya ada apa-apa, karena aku cuma sendiri di rumah itu. Ternyata… (betapa idiot dan egoisnya seorang anak umur 15 tahun yang ditugaskan menjaga rumah sendiri itu.)
Ulang tahunku yang ke-16, aku sudah jauh dari rumah dan dari kakekku. Aku masih beradaptasi dengan teman-teman kostku, dan dengan lingkungan baruku. Aku rindu rumah, aku menarik diri, dan aku pendiam. Tidak ada yang tahu hari itu hari ulang tahunku. Tiba-tiba sang ibu kost mengantarkan kiriman untukku, sebuah telegram indah berucapkan “Happy Birthday”, dari kakekku. Hari gini, siapa yang masih mengirimkan telegram untukmu? Kamu sering menerima kartu, kamu sering menerima surat, tapi telegram…? “Kenapa ndak ada yang bilang emil ulang tahun hari ini?” Dan satu per satu para penghuni kost mengucapkan selamat untukku. Kakekku selalu tahu cara untuk memeriahkan suasana.
Malam tahun baru, dan aku melarikan diri untuk merayakan tahun baru bersama teman-temanku. Aku pun berpamitan kepada kakekku, lalu cepat-cepat melaju. Malam itu begitu menyenangkan sehingga aku pun urung pulang. Ada ragu di hatiku, tapi aku masih tak ingin berpisah dengan teman-teman dan mengakhiri malam itu. Hingga pagi pun tiba, dan aku akhirnya harus pulang juga. Ada rasa takut bertemu kakekku pagi itu. Apalagi para teman lelaki yang mengantarku pulang, mereka semua menciut di depan kakekku. Apa katanya nanti kalau anak perempuan pulang pagi? Diantar segerombolan ‘penyamun’ pula… Kakek hanya melihatku dengan pandangan ‘galak’nya, lalu menyuruhku lekas istirahat, karena tahu aku telah begadang semalaman. Saat itu aku umur 18, dan kupikir aku telah lolos dari kenakalanku, dengan suksesnya!
Kakekku yang selalu ’sehat’ itu tiba-tiba sakit, dan harus menginap di rumah sakit selama 40 hari. Selama 40 hari di rumah sakit, aku hanya sempat menjenguknya sekali. Aku yang 19 tahun takut melihat kakekku sendiri. Melihatnya terbaring lemah di rumah sakit, bukan pengalaman yang menyenangkan, terutama kalau seseorang itu sangat dekat denganmu. GeLaP, rasanya ada lampu di hatimu yang tiba-tiba dimatikan. Namun kakekku berhasil bangkit lagi. Kakekku kembali sehat, kakekku kembali bercerita dengan gaya khas antusiasnya, kakekku kembali mengikuti telenovela kesukaannya, kakekku kembali memamerkan koleksi jam tangannya, kakekku kembali mengajakku jalan-jalan dan makan ice cream lagi.
Kakekku senang setiap kali melihatku datang. Umurku 20 tahun, dan aku masih seorang pemberontak yang belum dewasa. Waktu itu aku lebih suka menghabiskan liburan di tempat kakekku, daripada pulang ke rumah sendiri. Namun nyatanya aku lebih sering mengganggu istirahat-istirahat siang kakekku dengan suara berisik dari beranda, tempatku berbincang dan bercanda tanpa lelah dengan teman-temanku. Liburan usai, saat berpamitan aku ingin sekali memeluk dan mencium kakekku. Aneh, karena aku jarang melakukannya, dan aku pun mengurungkan niatku. Sebentar lagi liburan natal tiba, dan pikirku aku toh akan kembali lagi bertemu kakekku.
Natal hampir tiba, namun kakekku pergi lebih cepat. 5 Desember 2005, kakekku menghembuskan nafasnya yang terakhir. Saat itu aku sedang sibuk mengerjakan tugas-tugas kuliahku di apartemen seorang teman. Aku telah mendengar kakek sakit, kukira kakek akan sembuh lagi seperti sebelumnya, kukira aku masih akan sempat menjenguknya di hari natal tahun itu, dan aku yakin kakek tidak akan menyerah secepat itu…tapi siapa lah aku?? KoSoNg, itu yang kau rasakan saat kau kehilangan seseorang yang kaucintai. Rasanya begitu tiba-tiba dan terlalu cepat, menyisakan banyak ’seandainya’ di pikiranku. Hal-hal yang seandainya kulakukan sebelum kakek pergi, dan hal-hal yang seandainya tak pernah kulakukan. Seandainya aku tak perlu memberi pilihan-pilihan sulit kepada kakekku dalam menghadapi cucu sepertiku…
Selalu terkenang kisah-kisah itu, terkadang masih ada penyesalan, dan belum berhenti merindukan ‘eNgKoNg’ku…..
“What matters in life is not what happens to you, but what you remember and how you remember it…”
Jazzing Through The Night….
Jakarta MACET GILAAAAA GOKIL SINTING KUDA LUMPIIING NGUPIL!!!!
Knapa sih tiap hari hujan, pasti jalanan di Jakarta menggila macetnya? KENAPAAAA??? *histeris* Hosh..hosh.. kesel gw ngadepin kemacetan kmrn malam. Gw nunggu bus 1 stgh jam, trus udah dapet bus, jalannya cuma tiap 5 menit 1 meter, ini mah sama juga boong namanya! Lbh cepetan jalan kaki dunk…. Alhasil gw baru nyampe kost jam 9 malam, pdhl gw uda keluar dari kntor sejak jam6…HOSH HOSH! Tapi, kalo ngebayangin gw di dalem bus cuma duduk, dgerin mp3, baca buku, sambil ngedumel sendiri kenapa mobil2 brengsek di depan itu gak bergerak2… dibandingin sama keadaan si sopir bus yang harus berjuang menyetir di tengah2 kemacetan jakarta nan semrawut itu, makan ati, stress, makanan setiap hari 12jam sehari… kayanya gw masih jauh jauh jauuuuhhh lebih beruntung drpd dia! huehehehe Belum juga orang2 yg bawa mobil sndiri (yg menuh2in jalanan itu) pasti lebih gondok drpd gw saat itu. Bersyukur di tengah pnderitaan gw, tyt msh ada org2 yg lebih menderita… huehehee
Dan yg lebih bikin gw gondok, di tengah2 nikmatnya gw tenggelam di balik buku sepanjang jalan itu, gangguan berupa telp (yg menurut gw ga pnting) menginterupsi ketenangan batin gw. Duuuhhh gw paling benci kalo lagi di jalan, dan ada org nelp gw…apalagi kalo yg diomongin tyt ga pnting. Pastinya, gw akan nanggapin tlp itu scr ketus, maap saja. Well, trgantung siapa si penelepon itu juga, kalo bokap gw yah ga mungkin lah gw ketusin! (minta dipecat jd anak?), ato org kantor (pasti ada urusan pnting), ato presiden (pasti mo konsultasi masalah ‘mo dibawa kmana bangsa ini??’ ).
Nah ini, cuma nanya “lagi dimana?”, “lagi ngapain?” pnting ga sih?! kecuali kalo saat itu gw lagi diculik gitu, mungkin ptnyaan itu PENTING BANGET. Mnrt gw telp2an di tmpat umum spt saat itu, di dlm bus, di pinggir jalan, itu bener2 mngundang kriminalitas aja, dan gak perlu kalo ga penting2 banget.
Anyway, enough talking about this guy who called me ystrday… Rasanya jadi jengkel tiap kali ngebahas dia, knapa yaa?? Sbnernya dia ga jahat, malah terlalu baek sm gw, justru itu mslhnya. Udah ah, ga usah dibahas lbh jauh, bikin repot….
_______________________________________________________________
Mendingan ngebahas JAVA JAZZ kmrn!!! HUEHEHEHHEE seruuuuu abisss…pengen nonton lagi, nagih….
Setelah perjuangan penuh liku, mncari pnjaman krtu kredit BNI spy bs dpt “buy1 get 1 free’ tiket, mencari2 teman yg berhasrat jazz sama, mncari info jadwal acara… Akhirnya kesampean juga nonton java jazz 2008 yg hari Minggu’nya, bareng Yuli & Lia. Apa aja yg kita tonton di situ:
- Contra Indigo (bener ini gak namanya?), Band indo yg penampilannya lumayan banget buat acara pemanansan malam itu
- Renee Olstead & Ron King Big Band, Gila nih anak kecil2 suaranya DAHSYAT! dan lagu2nya membuai…
- Bali Lounge (is it right?), Band indo lagi yg sbnernya bagus juga, tapi ntah knapa ditmpatin di ruangan yg panas dan pengap gitu…
- Raul Midon, Nonton asal lewat tp tyt KEREN BANGET! gw lgsg jatuh cinta sm lagu2nya, dia bs maen gitar smbil ditepuk2 gitu (apa sih nama tekniknya?) kaya di film August Rush, dan yg lbh mncengangkan adalah dia tyt tuna netra…tapi tetep aja gw plg suka sm show yg ini!
- Java island, Grup indo yg nyanyi acapella, suaranya keren2… pas kita lg nonton ini, si Jusup Kalla masuk ruangan disertai segerombolan bodyguard campur aduk paparazzi (pnting ga sih?)
- Frank Sinatra by Gary Anthony, Lagu2nya Frank Sinatra mmg everlasting! kita be3 semangat bgt godekin kepala spnjang show..huehehhee
- Incognito, Setelah ngantri susah payah tyt agak mngecewakan. Antara ngantuk, capek, tepar, plus musiknya kurang mndukung. Akhirnya kita bubar di tgh show, pulang….
Yg ga kesampean kita tonton, dan bikin gw pnasaran:
- Trisum, Trio gitaris Toh Pati, Dewa Budjana, dan Belawan… menarik hati, tapi ga kesampean nonton soalnya maennya di jam yg sama sm Renee Olstead sih…
- 5 Wanita; Andien, Iga Mawarni, Nina Warna, Rieke Roeslan, Yuni Shara…Kebayang gak sih kalo mrk berlima gabung nyanyi bareng?? duhhh pasti dahsyat bgt, sayang kita be3 lagi sibuk godek kepala di Frank Sinatra show…
- Jammin Zeb, Penasaran karena kita smpet mergokin mrk lagi bagi2 tndatgn utk pnggemar, dan kita be3 clueless gitu “sapa mereka??”. Gw baru tau blkgan stlh gw search di youtube, kalo tyt mrk adalah boy band acapella dari jepang yang CAKEP2 bangeeetttt! Aiiihhhh nyesel ga nonton shownya, lbh nyesel lagi knapa pas ktmu itu gw ga nekad aja minta foto brg (pdhl ga tau sapa mrk, pnting kan cakep!). Pnyesalan selalu dtg trlambat…. Moga2 mrk dtg lagi taon depaannnnn… A MUST SEE!

