eMiLittle’Space


to be a better human.

Gw baru nyadar tadi pas gw jalan kaki menuju kantor, ada yang lucu. Tiap hari gw jalan kaki dari halte menuju kantor, ada mas-mas yang suka nongkrong2 di pinggir jalan gitu, suka manggil-manggil gak jelas gitu deh. Kemaren dia manggil gw Dian, trus abis itu Angel, trus kapan hari Sandra, eh hari ini Desi! Hiyeee… masih punya stok nama apa lagi dia besok?

Gw hargai sih usahanya mencari-cari nama gw, tapi biasanya gw jalan terus, pura-pura gak denger, sambil nyumpelin kuping dengerin ipod. wakakakaka culun…

_________________________________________

I feel bad about myself…

Jadi ceritanya, dalam hati gw kok uring-uringan gak jelas gini. Gw tau sih rata-rata designer itu emang idealis, egois, maunya sih kalo bisa kaya gitu aja. Tapi lagi-lagi bidang kerja kita berbenturan dgn kepentingan klien, harus bisa nahan diri sedikit biar idealisme tersalurkan tapi juga gak berbenturan dengan maunya klien. Blah..ngomong apaan sih, ribet Mil…

Yah pokoknya, intinya sih, gw menyadari kalo ternyata gw tuh egois banget yak?? (sapa tuh langsung meng’IYA’kan? gw timpuk nih…)

Gw harus belajar untuk gak terlalu egois lagi, menerima ide orang lain dengan open minded, kan gak selalu yang gw mau itu yang terbaik. Gw harus belajar untuk berkompromi dengan situasi-situasi di luar kendali gw. Apa pun yang terjadi pasti emang udah gitu rancangannya, dan kalo gw gak bisa mengubah keadaan tersebut, brarti ga gak penting-penting banget ngerasa mangkel sendiri dlm hati gini, it feels kinda.. useless. Jadi gw harus apa tuh namanaya? ehhmm… lapang dada. 

Today’s question: “Apa sih antonimnya egois?”

yee serius nih! kok pada diem aja sih? jawab dunk! (tuh kan gila, ngomong sndiri sm blog)

Ok, gw search di dictionary.com, antonimnya egois itu… gak ngerti gw, gak nemu! Aneh yah, sprtinya tidak ada kebalikannya kata ‘ego’. Coba buat yang nemuin antonimnya egois, berbaik hatilah ngasitau gw ya…

Soalnya gw mo nambahin pepatah ini,

Orang sabar berpantat lebar, orang ..(antonimnya egois).. berdada besar. 

Wakakakaka! Mil, gak penting deh ah!

_________________________________________

Ngeniwei, kemaren lagi ngobrol-ngobrol di kamar Vika tentang masa prapaskah, dimana umat Katolik diharapkan untuk berpuasa & berpantang selama 40 hari. Pengakuan dosa: seumur hidup gw menganut agama katolik, gak pernah loh berniat berpantang & berpuasa secara serius gitu. Gak pernah berhasil! Sungguh! Kecewalah kalian yang mengira saya ini anak baek-baek, rajin berdoa, gemar ke gereja, dan tidak suka berbohong… i really am not that good girl like you thought i am, sorry to dissapoint you all:)

I’m only human, 60% demon, 40% a little girl who resist to grow up.

Gila, 24 tahun Emil! 24 tahun di dunia, dan lu gak pernah pantang & puasa! ckckckck… i know, shame on me.

Kemaren ketawa-ketawa gila, ngebahas tata cara berpantang & berpuasa, belajar dari sang ahlinya, master NyoNyien. Sampe ngebahas 10 perintah Allah segala, kita masih apal kok isi-isinya, sampe perintah kesepuluh, kita lupa.. Apa perintah Allah nomer 10, teman-teman? Sampai pada sebuah kesimpulan, perintah nomer 10 itu: “Jangan lupakan ke-9 perintah di atas!” wakakaka! hopeless, lupa…

Nah tapi, tahun ini gw mo mencoba berubah, mo mencoba berpantang & berpuasa.

Hiyeeeee!! *keplok-keplok*

Makasih, makasih loh, doakan saya berhasil ya…. :)


arti valentine bagi jombloers

Sehari sebelum Valentine, seorang teman menelepon gw. Katanya dia mo ngikut acara valentinan sm jombloers. Agak mengejutkan, secara dia kan uda punya pacar tetap beberapa tahun ini. Well, gak mo tau urusan orang juga, akhirnya kita janjian mo saling mengabari acara valentine esok hari. 

Malam hari gw begadang, buatin kado valentine buat someone special. Tenang, gak usah heboh dulu gitu… bukan someone yang special buat gw, tapi buat temen gw (-__-)” Hehehe Entah kenapa setiap tahunnya gw kebagian jadi seksi sibuk yang gak ada hubungannya gitu menjelang hari valentine. Namun demi mensukseskan acara valentine orang lain, anggap aja dengan cara membantu mereka, gw menyebar-luaskan kasih sayang.

Now can i called myself, miss cupid?(pengen muntah gak sih bacanya? wkwkwkwk)

_____________________________________________________________________________________

“Hei, ngapain aja valentinan? akhirnya lu pergi sama dia(sang pacar) kan? kok gak ada kabarnya…”, sms gw ke temen gw.

“Iya Mil, sorry gak ngabarin lagi. Gw akhirnya pergi berdua ke SenCy, tapi gw kecewa cuma makan pizza sama Sour Sally. Gak ada yang special T.T”, balesnya.

“Yang penting lu pergi berdua kan, daripada lu pergi sama kita-kita jombloers apa gak malah mengenaskan tuh?? hehehe… jadi dia(sang pacar) sekarang udah gak special lagi buat lu?! wakakaka”

“Gak tau… gw kesel aja gak ada kejutan gitu. Kan gw mau jg dikasih bunga, diajak ke tempat laen yang romantis.”

Hahaha bunga udah abis, tempat-tempat lain yang romantis fully booked. Kenapa sih susah sekali untuk merayakan hari kasih sayang ini dengan damai, akur, dan bahagia? Setelah bertahun-tahun pacaran, gw yakin temen gw itu udah cukup mengenal sang pacar luar dalam untuk mengetahui bahwa pacarnya bukan tipe orang romantis seperti itu. Apalagi mengharapkan sang pacar berubah menjadi romantis dalam semalam, edisi khusus buat hari valentine. Apakah orang-orang yang udah punya someone special by her/his side itu gak cukup menyadari pasangannya special di matanya apa adanya, kudu pake kejutan-kejutan, kudu didukung adegan-adegan romantis, harus yah?? Ingin rasanya gw guncang-guncang temen gw itu biar bangun dari imajinasinya. Tidakkah mereka menyadari mereka beruntung to have someone by their side? Dan sekarang seseorang di samping mereka itu gak cukup special lagi untuk Hari valentine ini? *kepiting!*

Sementara mereka membuat susah hati sendiri dengan harapan-harapan romantis, kami para jombloers cukup memperhatikan, learning by paying attention on what happened among us… Being jomblo in this valentines atmosphere bisa dibilang sangatlah tidak menguntungkan, karena mayoritas semua orang berpasangan di dunia ini seolah-olah bertingkah dunia hanya milik mereka berdua secara resmi dan lebih terang-terangan. Namun tahun ini gw bersyukur, bersyukur karena dengan masih menjadi jomblo, gw disadarkan dengan sebuah pemahaman baru. Pemahaman bahwa gw masih waras, masih belum terbutakan oleh imajinari romantis-romantisan yang didoktrinkan di hari valentine ini.

Apakah Hari valentine yang katanya hari kasih sayang ini masih bener maknanya? 

But hey, i don’t write this in intention to judge their relationship… To be honest, kita semua pasti mengharapkan kejutan-kejutan di hari-hari special, gak terkecuali gw. Gw juga suka kalau ada yang bawain gw bunga, ngasih coklat, ngajak ke tempat romantis, and all those sweet stuff…* Tapi gak semua cewek seperti itu; Yuli bilang dia cuma suka kalo cowok itu bawainnya ice cream/duit/surat-surat berharaga, Lia juga ternyata gak exited banget pas liat kamarnya bak sauna with all those rose lamps, candles formed heart, purple pjamas, purple bedcover, on her valentine’s day (meskipun si dudul udah jungkir balik mengkaryakan kita semua untuk mewujudkan kejutan hari itu). Maka sadarilah bahwa gak semua cowok juga bisa jadi romantis seperti itu. Dan beruntunglah cewek-cewek yang punya cowok romantis, dan beruntung juga cewek-cewek yang punya cowok tapi gak romantis (penting kan lu dah punya cowok yang mau menyayangi lu apa adanya), lebih beruntung lagi kami para jombloers karena kami bebas merdeka dari segala ekspektasi yang ada! Hahaha!

_____________________________________________________________________________________

Deklarasi jombloers di hari valentine:

  1. Kami memang sedang tidak memiliki someone special di hati masing-masing, tapi kami memiliki satu sama lain. Jika Valentine berarti hari kasih sayang, maka kami merayakan hari kasih sayang ini bersama-sama.
  2. Kami mendeklarasikan kemerdekaan kami, khususnya pada hari ini, dimana setiap orang berpasangan menjadi lebih ‘terikat’ dengan pasangannya masing-masing. Kami tidak ingin memusingkan diri dengan harapan-harapan romantis, ataupun diharapkan menjadi romantis bagi orang lain. Kami BEBAS MERDEKA menjadi diri kami apa adanya, dan bukan untuk siapa-siapa selain diri kami sendiri.
  3. Kami menyadari sepenuhnya bahwa kasih itu murah hati, kasih itu pasti tidak memegahkan diri, dan jelas-jelas tidak sombong. Kasih tidak harus datang dari sebuket mawar merah, sekotak besar coklat, sebuah cincin berlian. Kasih bisa datang lewat senyuman seorang sahabat, sejam karaoke gila bersama teman-teman, sepiring kue coklat dishare bersama, dan seharian obrolan ngalor-ngidul sambil ketawa-ketawa. Jadi kalo mereka bilang kami “payah” karena kami tidak mendapatkan ‘ungkapan kasih sayang’ yang umumnya dibagikan pada hari valentine, kami bilang mereka yang PAYAH karena mereka dibutakan komersialisme hari valentine, tapi melupakan makna hari ini sesungguhnya:p

_____________________________________________________________________________________

*) Tolong, suatu hari nanti saat gw udah punya pacar dan mungkin gw terjangkit penyakit gila ekspektasi romantis di hari valentine, semoga ada seseorang yang baik hati untuk menampar muka gw dan menyuruh gw membaca blog ini.

monster ingus

 

Alkisah seorang gadis manis, baek hati, banyak teman, suka menolong dan gemar menabung, tapi paling benci kalo ditelepon oleh sales asuransi. Gadis ini selalu berpikiran positif terhadap segala hal, selalu melihat dunia itu indah adanya, dan percaya bahwa tiap makhluk pada dasarnya baek hati. Setiap hari gadis ini kerjaannya bermain-main di depan komputer, menciptakan segala hal yang tak hanya tampak indah dipandang mata, namun juga penuh dengan pemikiran *tsah!*.

Suatu hari yang mendung dan berkabut, ketika sang gadis sedang berjalan menuju taman bermainnya, dia disapa oleh sosok-sosok makhluk kerdil. Makhluk tersebut berwajah ramah dan menyenangkan, berkilauan, berjatuhan dari atas langit. Sang gadis selalu menyukai makhluk-makhluk tersebut, terutama saat dia melihatnya menari-nari dari balik jendela. Maka ia memutuskan untuk bermain-main sebentar dengan makhluk-makhluk ceria tersebut, berlarian, menyanyi dan tertawa, berdansa…

Ia tidak tahu akibatnya, padahal ibunya selalu berpesan, “jangan pernah percaya dengan orang asing”.

Keesokan harinya sang gadis merasakan tubuhnya meringan, padahal ditimbangan tetap sama berat badannya. Dia gak merasa diet-dietan, belum pernah ngerasain tipsy, dan jelas tidak suka dugem, jadi tidak mengerti mengapa rasanya seperti ini. Berangkat ke taman bermainnya seperti biasa, lalu dia mulai menebarkan hujan dalam ruangan. Hujan penuh virus-virus kecil yang suka menjajah daya tahan tubuh manusia. 

Sang gadis mulai berperilaku aneh dan menyimpang (menurut orang-orang sehat dan normal), seperti:

 

  • membawa gulungan tissue kemana-mana,
  • terobsesi untuk mencuci tangan sesering mungkin,
  • memencet-mencet hidungnya sendiri sampai merah (mungkin bisa jadi trend blush on terbaru),
  • suka berhalusinasi tentang kawan lamanya, si hujan,
  • dan suka meler dan molor di setiap kesempatan yang ada.

 

Tak hanya itu, gaya berpakaiannya ke taman bermain pun selalu sama:

 

  • jaket hoddie yang selalu menutupi kepalanya,
  • kaos belel yang menurutnya nyaman dipakai tapi tidak nyaman untuk dilihat,
  • bercelana selutut digulung dan bersandal jepit bak orang kebanjiran.

 

Dan ia mulai merasa perilaku menyimpangnya ini sangat amat sangat mempengaruhi produktivitasnya dalam bermain dan belajar (halah!).

Yang tidak ia sadari adalah, ia terkena kutukan dewa hujan. Pelan namun pasti ia mulai berubah menjadi MONSTER INGUS! Malang nian nasib sang gadis, dia hanya mendambakan seorang pangeran akan datang dan menyelamatkannya dari kutukan tersebut. Seorang pangeran tampan, dengan syarat sebagai berikut:

 

  • naik sedan Merci putih,
  • yang berani menciumnya tanpa merasa jijik dengan ingusnya yang meler-meler,
  • melihatnya tetap sebagai seorang gadis manis sebagaimana adanya, tanpa mempedulikan gaya berpakaiannya yang aneh,
  • menyembuhkannya seketika dari penyakit influenza berat yang menggerogoti daya tahan tubuh sang gadis manis,
  • lalu tanpa ragu mau bermain hujan-hujanan bersama…

 

Sungguh indah halusinasi sang gadis manis, sebelum ia menampar dirinya sendiri dan menyadari bahwa itu hanyalah khayalan semata. Yang ia butuhkan sebenarnya hanyalah vitamin c, echinacea, paracetamol dosis tinggi, obat batuk, sekotak baru tissue bersih, segalon air putih, tolak angin, kasur bantal selimut dan tidur panjaaaaaanggg…

~~the not so happy end~~

Adik-adik, semoga dongeng sebelum bobo siang ini gak bikin kalian mimpi buruk, coba cek di bawah kasur dan di balik korden kamar. Setelah situasi aman, lekaslah menyusup di balik selimut dan pejamkan mata. Jangan lupa minum vitamin c 1000mg per hari untuk menjaga daya tahan tubuh di cuaca yang tak menentu seperti ini, jangan sampai didatangi monster ingus. GUDLUCK!

__________________________________________

Saat aku menulis ini, duduk dekat denganku sang gadis manis memandangku dan bertanya,

“sepertinya aku kenal dekat dengan gadis manis di ceritamu”.

Iya, jawabku, “aku juga punya perasaan kuat tentangnya…”.

lalu kami melamun bersama…

dunia imajinasi! *srroot…srrooot*


obrolan dua jomblo usil

 

Lokasi: Mall Taman Anggrek 

Waktu: Malam hari sepulang kantor

View: Pria dewasa menjurus tua, ubanan, mengenakan outfit ‘om-om banget’ (kaos berkerah dimasukkin ke celana jeans bersabuk kulit) menggandeng / memeluk seorang wanita muda, cantik, berambut panjang, outfit kaos dan celana jeans ketat. Sang pria menenteng tas belanjaan yg jelas-jelas hasil belanja sang wanita, karena tas tersebut bertuliskan sebuah merek kosmetik terkenal mahal. Jalan berdua di depan kita berdua, mau gak mau jadi pemandangan depan mata kita.

Gw: *colek-colek* Yul, yul.. menurut lu itu bokapnya ato pacarnya?

Yul: (menyipitkan mata dengan pandangan menilai) hmm…kayaknya cowoknya deh mil…

Gw: ?!? Bokapnya kali yul! (memandang pasangan terseut dengan tatapan: ‘lu liat dunk keriputnya tuh cowok sama banyaknya dengan ubannya!’)

Yul: (menghunuskan pandangan tajamnya sekali lagi ke arah pasangan tersebut) Cowoknya kali! masa kalo bokapnya meluk-meluk kaya gitu… 

Gw: Haaah…masa sih, itu cowoknya uda tua banget! tuh ceweknya masih muda gitu… (masih shock gak percaya)

Yul: Iya ah, cowoknya! Bokap gw aja gak pernah ngerangkul-ngerangkul pinggang kaya gitu, mesra banget… (lho yul, kok jadi curhat?? back to target investigasi..)

Gw: Ooh gw tau! Om’nya, yul! ( sok yakin menemukan jawaban yang tepat!)

Yul: wkwkwkwk…. (ngikik)

Gw: Lu liat dunk, blanjaannya.. pasti ini gw yakin, Om’nya! 

Yul & Gw: Om-om giranggg…..wkwkwkwkwkwk 

Idih, jahat banget yak kita!

“Yul, kok kita jahat banget sih semalam, ngatain orang sebegitunya?? Salah apa si Om??”
Dasar jomblo-jomblo gak bisa liat pasangan happy bin mesra, bawaanya usil mulu:p Maklum lah, gak ada cowok yg lagi kita urusin, jadinya ngurusin cowok-cowok orang…hahahaha!

________________________________________________________________

Beberapa saat kemudian, lagi makan di sushi groove berdua, kepikiran lagi…

Gw: Yul, kok kita jahat banget yak tadi.. kalo karma gimana yul?

Yul: Gimana apanya??

Gw: Iya, kalo jodo kita ntar bangkotan juga gimana.. lu mau?

Yul: Haduh! (kalap ketok2 meja..) amit-amit emiiil… ya Nggak-lah!

Gw: yee..emg elu yang nentuin jodo lu. Kalo kaya gitu gimana yul? Lu mo gak trima?

Yul: sigh…nggak ah, gw gak mau! Elu aja gak mau kan sama si ‘Om37′(another blind date -mishap- story i will tell you someday, maybe:p)

Gw: Alah, kalo tua tapi bisa bayarin lu axioo gimana?? wkwkwkwk…

Yul: (meringis-meringis…) wakakakaka!

Gelo ah, DUDUL! Gw mengkhawatirkan sohib gw udah kena pengaruh matrealistis ibukota nih, HELP! ahahahaha… 

________________________________________________________________

Lagi baca-baca blog JOMBLO ini lagi. Kok bisa loh, blog ini PAS banget sama kejombloan kita, PAS banget meskipun gak pake salonpas. Kok bisa yah?? Ternyata banyak juga jomblo senasib sepenanggungan.. Hiyeeeaaaa! Glad, we’re not the only freaky ‘jomblo’s in this earth:)