habis gelap lalu BRISIKKK!
Ya Tuhan ampunillah dosa-dosa saya…
Jikalau ini memang kehendakMu, terjadilah padaku menurut rencanaMu…
_______________________________________________________
Ini tetangga depan kostan lagi ngadain pengajian bersama. Pengajianny gak tau ngedoain apa, mungkin supaya kampanye 2009 berlangsung damai, mungkin supaya pemimpin selanjutnya gak sekedar OmDo (Omong Doang), amin… Ato mungkin biar saya gak bolong-bolong lagi puasanya, biar saya gak banyak dosa. Soalnya tuh podium pak hajinya doa pas di depan kamar saya. Maklumlah, nasib penghuni kamar paling depan di kostan, kalo ada apa-apa pasti saya yang kena duluan. Ya kayak malem ini nih, seneng sih didoain orang banyak. Sssst tapi brisik tau gak sih? Dari tadi jam 8 malem tuh bapak-bapak di depan kostan udah maenin microphonenya, “tast-test-tist” gak jelas… Kaya anak TK mo ikut lomba karaoke baru pertama kali pegang mic. Kira-kira ngajinya bakal sampe jam brapa ya? Bagus sih kamar saya jadi bersih dari segala roh jahat dan setan gentayangan malem ini, tapi gw kayanya jadi perlu ngungsi tidur juga nih ke kamar lain. Sigh!
Ngomong-ngomong pas suara-suara doa sedang berkumandang dengan jayanya di seluruh penjuru kamar gw gini, gw jadi pengen ngaku dosa. Ngupdate kisah puasa-pantang gw tahun ini, mengenaskan. Gak sukses-sukses amat, mungkin emang perlu lebih banyak pengajian di depan kamar saya, biar saya lebih inget sama akhirat.
_______________________________________________________
Pertamanya bingung mo pantang apa. Pantang garam, gak mungkin saya bisa hidup tnapa garam, saya lebih suka asin daripada yg manis-manis (kan saya uda manis, nanti kemanisan). Pantang daging, ah gw bukan pemakan daging juga, gak makan daging gak jadi ujian buat gw. Pantang jajan, yah sehari-hari gw emang kudu jajan buat makan, gw kan ga bisa masak. Sempat terlintas setelah pembahasan dengan teman-teman, pantang buka Facebuk. OMG sebulan gak buka Facebuk?! i don’t think i will survive…confession of a FB-addict. Akhirnya gw pantang ice cream! Soalnya ice cream itu satu-satunya makanan yang gak bisa gw tolak. Karena ini tahun pertama gw berpantang & puasa, gw mengharapkan support dari teman-teman. Dukungan dari teman-teman terdekat terasa sangat mengharukan, gw dihargai gopek! Si Yuli taruhan gw berhasil melewati hari pertama puasa, si dudul taruhan gw batal puasa, yang kalah bayar gopek! Sungguh teman-teman yang biadab sekali… SETAN!
Setelah itu puasa berlangsung lancar… Minggu awal-awal puasa masih penuh semangat, hari Selasa & Jumat bener-bener cuma makan sekali, udah gitu gak nyentuh makanan lain sama sekali. Minggu kedua puasa kelepasan makan pop corn, pas lagi nonton di bioskop. Minggu ketiga mulai lupa kalo hari Selasa & Jumat itu harusnya puasa, ingetnya pas udah malem menjelang tidur..
“Loh besok hari Rabu ya? jadi hari ini tadi mestinya gw puasa dunk (setelah seharian melahap makanan dengan bebasnya)”
Trus tertidur tanpa perasaan bersalah.
“Ah tapi tadi juga makannya gak kenyang-kenyang sekali kok (cuma makan berkali-kali).”
Kata orang, puasanya orang Katolik itu cuma makan kenyang sekali, jadi ngemil masih diperbolehkan (iya gitu??). Memaafkan diri sendiri gak pernah terasa semudah ini. Iya bener, gw perlu didoain orang banyak, kaya malem ini biar gw insaf…
_______________________________________________________
Duh, kok saya gak diundang sih ini ada acara RAME-RAME gini?? Tetangga depan rumah loh padahal…ckckck…
Itu rumah depan ngundang orang ngaji berapa banyak sih ya? (sambil ngintip-ngintip dari jendela kamar)
Kok ya udah pake mic masih treak-treak juga tuh bapak, emang pada budheg?
Haduh, gimana ini kagak bisa tidur sayaaaaaa……
recto verso
Aku ingin membisikkan selamat tidur, jangan bermimpi. Mimpi mengurangi kualitas istirahatmu. Dan untuk bersamaku, kamu tak perlu mimpi. Tak ada yang muluk dari obat flu dan air putih. Tapi kamu mempertanyakannya seperti putri minta dibuatkan seribu candi dalam semalam. Sesuatu dalam ruangan ini terlalu menyakitkan bagiku. Sebotol mahal anggur putih ada di depan matamu, tapi kamu tak pernah tahu. Kamu terus menanti. Segelas air putih.
-Curhat buat Sahabat-
…………………………………………………………………………………………………….
Pesan ini akan tiba padamu, entah dengan cara apa. Bahasa yang kutahu kini hanyalah perasaan. Aku memandangimu tanpa perlu menatap. Aku mendengarmu tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa, karena kini kumiliki segalanya.
-Aku Ada-
…………………………………………………………………………………………………….
Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan tak pernah kumiliki seutuhnya. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan. Seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung karena kalau sampai ia berbalik niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa. Aku adalah orang yang paling bersedih, karena aku mengetahui apa yang tidak sanggup kumiliki.
-Hanya Isyarat-
Recto Verso - Dewi Lestari
____________________________________________________
Sudah lama membaca bukunya Dewi Lestari - Recto Verso, tapi baru kemaren dapet musiknya. Lalu setelah mendengar lagu-lagunya, jadi ingin membaca bukunya sekali lagi, karena buku dan musiknya sebenarnya sama-sama saling melengkapi. Aku selalu mengagumi kepiawaian Dee berkata-kata, merangkai kata, membuat puisi, mengarang lagu. Tiga penggalan paragraf diatas, jadi 3 kisah favoritku di bukunya Dee kali ini.
Semuanya kisah cinta yang gak happy ending. Entah mengapa kisah-kisah ini terasa lebih menarik buatku, semakin sedih, semakin pedih, semakin tragis, semakin menyayat hati, semakin terasa dekat di hati.. Gak ada pengalaman pribadi sih, mungkin cuma perasaanku pribadi…
____________________________________________________
Love & Hurt …
Kita semua pernah merasakan cinta, banyak cinta di dunia, sejak lahir kita merasakan cinta. Cinta itu bahagia. Kebahagiaan mudah dirasa saat kita bersama orang-orang yang kita cintai, kebahagiaan ada untuk dibagi bersama-sama. Happiness is real when it shared.
Kita semua juga pernah mengalami patah hati, atau putus cinta. Kesedihan itu lebih lama membekas di hati daripada kebahagiaan. Mungkin cuma butuh waktu 5 detik untuk jatuh cinta pada seseorang, tapi butuh waktu 5 tahun untuk melupakannya. Karena rasa sedih, sakit hati, hanya kita yang mampu merasakannya. Bagaimana kita bisa membagi rasa sakit hati? Bagaimana cara kita membagi kesedihan?
Yang menjadi pertanyaan mendesak di benakku belakangan ini,
why it even called ”falling in love’?
Kenapa -falling- jatuh? Jatuh itu gak sempat berpegangan pada sesuatu yang dapat menahan kita untuk tetap berdiri. Jatuh itu tidak sengaja. Jatuh itu terjadi tiba-tiba. Jatuh itu tidak mampu ditolak. Jatuh itu bukan atas keinginan kita. Jatuh itu di luar kemampuan kita. Jatuh itu sakit.
Kalau jatuh cinta itu semestinya bahagia, mengapa disebut jatuh yang berarti sakit?
Apakah karena kita tidak bisa menghargai cinta jika belum pernah merasakan sakit sebelumnya?
Apakah mungkin mencintai seseorang tanpa memiliki kekuasaan besar untuk sekaligus menyakitinya?
Apakah cinta pada akhirnya selalu menyisakan rasa sakit?
Apakah mungkin rasa cinta dan sakit itu sebenarnya sama?
Apakah ternyata cinta dan sakit itu selama ini berkolusi? atau mereka sepupuan? atau kakak beradik?
geez i’m making myself insane…with this insignificant questions…
____________________________________________________
Ah ataukah mungkin, mungkin…kah? ini juga bisa disebut “recto verso”, seperti judul bukunya?
Recto verso: Pengistilahan untuk dua citra yang seolah terpisah tapi sesungguhnya satu kesatuan. Saling melengkapi.
-kata pengantar-
Bingung?
Saya juga bingung…………
……………………………………….
Akhir kata, ijinkanlah saya mengutip kalimat Mother Theresa favorit saya,
“I found the paradox;
When we love until it hurt,
there cannot be more hurt,
only more love…”
Balada Angkot
Jadi pengen ketawa, ketawa miris tapinya…huehehehe
Kemaren gw naek angkot, trus si sopirnya itu lagi ngobrol dengan penumpangnya yang duduk paling depan, tentang…*eng ing eng* kesadaran diri untuk tidak melanggar peraturan. Serius siah, ngobrolnya tuh yang ampe menggebu-gebu gitu (terutama sang sopir angkot), pake semangat 45, ngomongin motor-motor yang suka jalan ngelawan arus di slipi jaya. Menurut dia disitu itu gak perlu pake tanda-tanda dilarang, asal semua pengguna jalan sadar diri gak ngelanggar peraturan, dan tertib, pasti gak bakal ada kejadian kaya gitu. Ya iya deh, teorinyaa….
__________________________________________________________
Kalian tau gak sih kalo angkot di daerah binus itu bener2 ngawur, gak sopan, dan suka ngelanggar peraturan? Well, mostly angkot emang kaya gitu sih, tapi yg gw maksud ini berdasarkan angkot yg gw naiki setiap hari aja. Kali aja di daerah lain angkotnya masih pada tau aturan, gak kaya di binus gitu.
- Suka ngetem di sembarang tempat, trus bikin mobil-mobil di belakangnya gak bisa jalan, jadi macet.
- Suka ngobrol sama sopir angkot yang kebetulan sisipan, di tengah jalan! Berenti aja gitu di tengah jalan, buat ngobrol..swt!
- Suka berhenti di tikungan jalan, nyari penumpang, udah gitu kalo mobil-mobil di belakang nyalain klaksonnya, eh si sopir angkot bisa bersikap antara dua ini; cuek bebek-tetep aja berhenti dan berlagak budheg, ato malah marah2 dan misuh2in yg nyalain klakson. Lha yang salah sapa, yg marah2 sapa…
- Suka nyalip sembarangan, padahal dari arah berlawanan ada kendaraan yg melaju dgn kencang, tapi si angkot cuek aja (mungkin mnurut dia kalo pun tabrakan yang rugi mobil itu, bukan angkot rongsokannya).
- Suka maksa setiap orang yang posisinya sedang berdiri di pinggir jalan buat naek ke angkotnya, malesnya tuh kalo pake treak2 gitu..emang situ pikir kita apaan?
- Suka gak sopan, ada penumpang baru naek ke dalam angkot, belum sempet duduk, eh dianya udah maen nge’gas aja.
- Suka maksain penumpang angkotnya untuk masuk, ampe bener-bener berdesakan di dalem angkot, baru deh dia mo jalan.
- Suka nurunin penumpang jaauuuuhhhh dari tempat yang diminta.
- Suka ngomel-ngomel kalo penumpangnya bayar ongkos kurang, ya iyalah ngomel…tapi bahasanya itu loh, bikin panas kuping.
__________________________________________________________
Dan sembari sang sopir menceramahi penumpangnya yang duduk paling depan itu, dia melakukan beberapa hal yang saya sebut diatas. Antara lain, berhenti di tikungan jalan, menyalip kendaraan di depan tanpa peduli kendaraan yang melaju dari arah berlawanan, berhenti seenaknya sampe mobil-mobil belakang nyalain klaksonnya…dia mah cuek aja, ngomongin taat peraturan lalu lintas, lha prakteknya NOL besar! Ironis.. Gw sm Yuli yg duduk di belakang udah saling memandang sama2 tau, sambil ketawa miris…huahahahaha…
Ssst ah.. jangan diketawain dunk! Sebenernya sopir angkot kita ini PINTER loh!
Sungguh, beneran pinter! Gw aja belum tentu bisa kalo disuruh orasi depan orang banyak dengan sebegitu persuasifnya. Cuma kenapa ya, kalo omong kosong itu mbok ya jangan terlalu kentara gitu loh….
__________________________________________________________
Abis senyam senyum miris liat kelakuan tuh sopir, trus disuguhi pemandangan poster-poster caleg nan semrawut sepanjang jalan. Hmmm iya ini, mirip banget… ‘Santun dalam berbusana adalah tradisi bangsa’, padahal masang poster kampanye aja gak ada sopan santunnya gitu, merusak pemandangan kota.
Ngmongin poster2 kampanye kayanya gak bakal ada matinya deh, sejuta kata2 celaan kayanya gak bakal abis gw pakai kalo harus ngomentarin satu2. Masih mendingan mandangin street art di tembok-tembok kota yang katanya ‘vandalisme’ itu, daripada mandangin poster2 kampanye yang dipasang dgn tidak berprikepohonannya (sebatang pohon bisa dianiaya / dipasangi sekaligus banyak poster jelek itu). Muak banget deh, gak ada artistik2nya sama sekali, selalu gambar muka gede, nama, tanda contreng, nama partai, warna norak…they all looks the same, seolah-olah semuanya berpesan: masih sama aja kok kaya yg lalu2, belum ada yg bener2 bawa perubahan. Gitu kan?
Heuh kayanya taon ini gw bakal GOLPUT lagi. Bukan kayanya ding, uda pasti:p Bukannya gak peduli dengan nasib bangsa ini ada di tangan (pilihan) kita ya, cuma nyadar aja belum ada yang bener2 bisa dipilih yang gw percaya bisa membawa perubahan dan pengaruh besar yang lebih baek buat negara ini *tsah!*
Sialan, kayanya ketularan si sopir angkot nih, mendadak jd pinter ngemeng gini…
long weekend :)
Yipiiiiiyeeee.. long weekend!
Nonton Java Jazz Festival 2009, JASON MRAZ WAS AWESOME!
Tau gak sih harga tiketnya terakhir gw cek berapa? Rp 1.250.000 utk special show, daily ticket Rp 500.000. *Dienk!* MUAHAAALLLee… Sekarang tanya dunk, gw beli tiketnya brapa? *eng ing eng…* cuma Rp 435.000 saja, saudara2… uda termasuk special shownya jason mraz. Hiyahahahhahaa! (seneng banget berhasil dapetin tiket jauuuuuuh lebih murah). Rahasianya, pesen jauh2 hari dunk ah, jangan mepet2… Trus yah Exhibiton Hall B itu penuh banget sama anak2 muda yg pgn ngelihat aksi Jason, 8000 orang bok!
Jason lucu sekali, sangat interaktif dgn penontonnya. Ngebuka performancenya malam itu dengan lagu Make It Mine, langsung crowd heboh pada nyanyi and jejeritan histeris. Ah can u imagine it? Trus nyambung Remedy, I’m Yours, Lucky (duet bareng penyanyi Indo bernama Dhira), Butterfly, You & I Both, A Beautifull Mess, No Stopping Us, Bella Luna, Live High, Only Human. Dan yang menurut gw paling seru adalah pas dia nyanyiin The Dynamo of Voilition, lagu ini tuh bikin semangat banget, trus dia ngajak crowd joget bareng (with his geeky dancing style, but it was FUN! hahaha). Duh, gak berasa akhirnya berakhir juga, msh mo treak2, “WE WANT MORE!”, eh yg lainnya keburu bubar, gak seru nih crowdnya… they not craving for more jason, like us…:(
_____________________________________
Koko gw dateng ke Jakarta ![]()
Bukan buat nengokin gw sih, sayangnya… Tapi dia mo liat Toyz Festival 2009, acara yang dinanti-nantikannya tiap tahun sekali. Kadang gw gak habis pikir sih, kenapa cowok itu meskipun sudah dewasa, tetep aja bela-belain ngabisin duit buat ngoleksi maenan. Mungkin itu kaya obsesi para cewek dengan sepatu?
Ngeniwei, nice to see him after a long time, and spent times with him.
_____________________________________
Si Gontot menang lomba sempoa, juara 3!
Hiyeeee ternyata dia gak segontot perkiraan banyak orang selama ini. Huehehe.. Cici spupu gw sms gw dengan bangganya mengabarkan bahwa anaknya menang juara3 Sempoa, padahal baru 3 bulan les sempoa loh.. ciee ciee… Trus pas gw maen2 ke rumahnya, dengan bangganya tuh anak bawa2 pialanya kemana-mana, dipamerin ke semua orang. Trus Tiara (cici’nya Tania) agak2 ngiri ngeliat adeknya sibuk sendiri dengan piala kebanggannya, bilang kalo ’semua anak yg ikut lomba sempoa itu juga dapet piala kok!’ (semacam piala ucapan trimakasih telah ikut berpartisipasi gitu)
Huahahaha… anak anak yg aneh…
_____________________________________
So… that was my long weekend, how’s yours??
I keep on repeating Jason’s songs on my ipod… trus melamun, hari jumat itu di java jazz seru sekali, jason keren sekali, jason lucu sekali…
…………………..
Ooh cut it out!
long weekend telah berakhir, saatnya kembali bekerja!
Berasa Siti Nurbaya…
Bos tiba2 berdiri di samping meja gw, trus bertanya,
“Mil, kmu udah punya pacar belum?”
Lho ada apa ini? Ada apa ini? Kirain mo bahas kerjaan, kok jadi masalah personal…
“Si anu punya temen (temen dari temennya kantor sebelah), masih single! ganteng Mil, kerjanya engineering, kaya, blablabla.. uda yang terbaik buat lu nih…blablabla”
Dijodohin. Kok gw familiar sekali dengan kata2 itu ya. Sigh.. jadi bingung juga mo nanggepinnya gimana. Soalnya biasanya perjodohan itu gak berhasil buat gw. Trus yang heboh dan antusias sendiri justru pihak2 yang nyomblanginnya. Langsung deh sekantor pada heboh, malah mereka yang searching2; mintain Ym’nya lah, liat facebook’nya lah. Gw sih diem aja, serba salah, salah tingkah.
______________________________________________________________________
Jadi inget beberapa bulan yang lalu (akhirnya ge membuka cerita juga, that another blind date/mishaps story i mentioned in my blog before), temen kampus gw heboh sendiri, nelpon gw malem2, nyeritain tentang sepupunya yang katanya,“jatuh cinta banget sama elu, Mil!” (gimana bisa jatuh cinta kalo kenal aja belum? ), ujung2nya…percobaan perjodohan. *ta daaa!*
And the story goes on… blablabla. Kita akhirnya ketemuan, dia menjemput gw, kita keluar makan, trus ngobrol panjang lebar di sebuah cafe, trus dia nganterin gw pulang. That’s it. The End.
Nggak, gw gak bermaksud ngasi dia harapan hanya karena mau diajak keluar sekali. Gw juga gak bermaksud lebih serius dari itu, makanya gw nggak pergi keluar lagi sama dia. Dari awal kayanya emang tujuannya udah beda aja. Buat gw itu cuma ketemuan biasa antara dua orang yang baru kenalan, buat dia itu first date. Buat gw biasa aja sekedar kenal dan temenan, buat dia, he expected more than that. Dari awal gw ngerasa perkenalan dengan dia ini gak adil. Bukan krn dia belasan tahun umurnya lebih tua daripada gw, tapi karena dia berniat serius, sedangkan gw gak terbersit sedikitpun di pikiran gw untuk menjadi apapun itu yang serius2. Dia berhak untuk kenal orang lain yang jauh lebih matang dan lebih serius daripada gw, daripada menunggu gw untuk menjadi dewasa. Jadi ya…it was nice to know him though…
Yaaah jadi buka rahasia deh gw:p
______________________________________________________________________
Dear Jombloers, hal tentang perjodohan yang terasa mengganggu dan tidak nyaman, adalah saat:
- We enjoy being single, sementara orang-orang di sekitar kita bersemangat sekali untuk menjodohkan kita dengan sodaranya, temannya, kenalannya, 2nd degree friends, 3rd degree friends, and so on. Berharap seseorang diantara mereka adalah soulmate kita, dan mereka akan dengan bangga dan bahagianya merasa sudah mempertemukan kita dengan belahan jiwa. Kita aja nyantai, kok jadi mereka yang sibuk?
- Kita bersedia untuk dikenalkan dengan sang subjek, demi menghormati niat baik sang mak comblang. Namun kadang persetujuan ini disalah-artikan, atau diartikan secara berlebihan oleh sang mak comblang. Dengan asumsi kita tertarik dengan sang subjek (padahal baru aja kenal), lalu berharap secara berlebihan terhadap tindakan-tindakan kita selanjutnya. Membuat kita merasa takut mengecewakan mereka, ketika perjodohan itu tidak berhasil. Menciptakan perasaan bersalah yang sebenarnya gak penting2 amat pada diri sendiri, padahal sebelumnya kita toh hepi-hepi aja menjadi single.
- Bagaimana mereka merasa telah menemukan seseorang yang terbaik buat kita, sementara kita aja masih belum tau apa yang terbaik buat diri sendiri? Sebenarnya kita tersanjung dengan segala perhatian dan kebaikan mereka menjodohkan kita, hanya saja hal tentang perjodohan ini bagaimanapun tetap terasa melanggar hak asasi dan privasi. Kita tentu akan sangat berterima kasih jika pilihan mak comblang itu memang terbukti yang terbaik untuk kita. Namun perasaan kita akan menjadi tidak enak karena kita jadi meragukan kemampuan sendiri; untuk menemukan, memilih, dan menentukan seseorang yang terbaik itu sendiri.
- Sang subjek ternyata gak segitunya sama kita. Gak secemerlang yang diiklankan mak comblang, gak seantusias itu untuk mengenal kita, gak senyambung itu saat berbicara dengan kita, gak ada chemistry, pokoknya he’s just not that into you. Gak ada usaha lagi di kedua belah pihak yang dijodohkan, lalu hanya sang mak comblang yang antusias untuk mensukseskan perjodohan, then it be useless..
- Kadang sang subjek pilihan mak comblang itu justru sedemikian bertentangan dengan minat, keinginan dan selera kita pribadi. Ya, mak comblang telah salah mengiklankan diri kita di luaran sana. Sehingga justru menambah masalah dan beban hidup untuk diri kita, untuk jujur ke semua pihak, menjelaskannya ke berbagai pihak, dan membereskan kekacauan yang mungkin terjadi.
Gak usah sok serius gitu deh bacanya, ini cuma hipotesa pribadi yang belum lolos tes uji kebenarannya:p However, kalo emang jodo toh gak kemana… iya kan?
______________________________________________________________________
Eniwei, abis nonton Slumdog Millionaire, ternyata keseluruhan ceritanya merupakan love story yang owwwhhh so sweet sekali…. Lalu saya menyimpulkan moral cerita dari sepenggal dialog ini:
Jamal: Come with me, let’s run away…
Letika: Go with you? and live with what?
Jamal: with love…
(penonton pun berseru “ooowwwggghhh so sweeet…”)
Letika: Will you do me a favor, Jamal?
Jamal: I’ll do anything for you…
Letika: Just go, and forget about me…
Pas ini Jamal belum ikutan kuis Who Wants To Be a Millonaire, dia cuma slumdog, miskin, item, kurus, kucel, a chai-wallah (office boy istilah kerennya). Mo ngajak lari cewek, gak modal apa2, ya jelas sapa yang mau? Tapi setelah dia memenangkan kuis dan jadi millionaire beneran.. Weits, balik deh ceweknya, melarikan diri dari Mafioso India, lari-larian ngangkat telpon demi bantuin Jamal jawab pilihan bantuan ‘phone a friend’, ngejar-ngejar Jamal sampe stasiun, trus mau joget bareng…
Maksudnya?? Hari gini emang gak bisa hidup pake cinta doang:p Ahahahaha… Ok, moral ceritanya tepatnya gak sedramatis itu sih sebenernya…
Nevermind, my realistic-sarcastic part of brain has just taking over me…


