eMiLittle’Space


Life goes on…

Sabtu 25 April 2009, Pesta pernikahan sepupu tersayang di Surabaya. Udah gw ceritain di blog sebelumnya.

Ikut berbahagia buat sang pengantin baru :)

Minggu 26 April 2009, Dapet kabar mendadak kalo bokapnya temen gw, Eddo Cristian, meninggal dunia di Kudus. Cuma bisa sms ucapan belasungkawa, abis itu Eddonya nelpon malem2, dan gw udah setengah tertidur, bukannya menghibur dia malah gw udah ga inget lagi ngomong apa..payah T_T

Ikut berduka cita, semoga almarhum istirahat dengan tenang.

Selasa 28 April 2009, Cc sepupu gw melahirkan anak keduanya, setelah lebih dari 24jam perjuangan. Nengokin sang ibu dan jabang bayinya di RS.Pondok Indah sepulang kantor.

Ikut bahagia sekaligus terharu, lihat keajaiban kecil di dunia…

welcome to the world baby Joshua Reiner Gardjito :)

Rabu 29 April 2009, Dapet kabar kalo bokapnya temen SMA gw, Angeline Darmo, meninggal dunia. Setelah check and recheck sama temen2 SMA yang lain, lewat facebook beritanya menyebar dengan pesat, akhirnya janjian pergi ngelayat bareng2 di rumah duka Atmajaya sepulang kantor kemaren.

Ikut berduka cita, semoga keluarga yang ditinggalkan tabah dan dikuatkan.

Kamis 30 April 2009, Si Bos di kantor ulang tahun!

Horeee! ikut bahagia lagi sekaligus senang bisa makan2 ;D hehehehe Pulang makan dari Din Tai Fung, kekenyangan >.

_______________________________________________________

Dalam seminggu berbagai kejadian ini terjadi di sekitarku. Ada suka, ada duka, kelahiran, kematian, pernikahan, ulang tahun… Orang lain bahagia, kita mencoba ikut merayakan kebahagiaannya. Orang lain berduka, kita mencoba bersimpati dan ikut berduka cita. Emosi itu absurd ya, kalo bisa ada tombol ‘happy’ & ’sad’ mungkin tinggal gw pencet bergantian tiap hari dalam seminggu ini. 

Bumi terus berputar, meninggalkan kenangan dan bekas2 tersendiri di kehidupan dalam diri masing2. 

Waktu terus berjalan, kebahagiaan berharap tinggal lebih lama, duka berharap cepat dilunturkan oleh waktu. 

Kelahiran, kematian, jodoh semuanya ada di tangan Tuhan… if everything has been written down, so why we worry?

Apa yang kita rencanakan semuanya kembali lagi harus dicocokan sama jadwal rencananya Tuhan, soalnya kalo gak pas ya alamat batal. Kita cuma bisa pasrah, dan berdoa. Apa pun yang terjadi pastilah itu rencanaNya yang paling indah. Mungkin bener kalo kata orang, hidup itu cuma sekedar mampir njaluk ngombe (numpang minum).

Yak ampun, kesambet apaan nih si Emil tumben2an ngomong bijak gini??

_______________________________________________________

Semoga tiap keluarga, keluarga baru, anggota keluarga baru dalam kebahagiaan dan suka-citanya gak lupa untuk selalu bersyukur. 

Semoga para keluarga yang kehilangan dikuatkan, ditabahkan, dan terus menjalani hidup dengan penuh iman & harapan2 baru. 

GBU all.

_______________________________________________________

Glory God, God is peeking through the blinds

Are we all here standing naked…

Taking guesses at the actual date and time

Oh my, justifying reasons why

Is an absolutely insane resolution to live by

Live high, Live mighty, Live righteously…

-Jason Mraz, Live High -


And they lived happily ever after…:)

Masih ingat berpuluh tahun yang lalu, gw diajak malam tahun baruan di Hotel Ciputra Semarang bareng 2 sepupu gw. Kita bertiga emang udah maen dari kecil, tiap kali liburan panjang gw selalu mengunjungi mereka, ato sebaliknya. Sampe2 kita bikin lagu kebangsaan sodara seperjuangan seperguruan “anak kembar, kata orang..padahal enggak kembar..dududu”. Doh konyol sekali kalo diinget2 lagi masa kecil nan bahagia itu:) 

Oiya, balik ke kalimat awal, gw malam tahun baruan bareng keluarga mereka. Seperti biasa, kita bertiga jahil, mencoba berpetualang bersama, keliling hotel demi mencari tempat yang bebas fire extension supaya bisa nyalain kembang api. Jessi uda siap dengan ranselnya yang diisi penuh kembang api. Trus kita mulai berpetualang, cuma pake piama dan baju tidur plus sendal jepit. Dengan pede’nya mo menginvasi daerah kolam renang. Trnyata area kolam renang udah ditutup, karena pas itu udah malem sekitar jam 11an. Cari mencari, akhirnya terbujuklah kita melongok ke pintu exit. Kira2 kaya apa sih disana? Begitu masuk, pintu tertutup dari luar secara otomatis. Nah ternyata dari dalam itu tuh pintu gak bisa dibuka untuk keluar lagi. Mampus! Kita selalu mengenang peristiwa ini dengan sebutan “Terjebak di pintu EXIT”. Hiyaaa! Kita bertiga panik, gimana caranya keluar dari sini? Melongok ke atas cuma ngelihat tangga, melongok ke bawah ngelihat tangga juga. Kira2 kalo kita terjebak disini sampe esok hari, bakal ada yang nyariin kita sampe di pintu EXIT gak ya? Akan kah kita berhasil menemukan jalan keluar dari pintu laknat ini? 

Singkat cerita setelah lari2an naek turun tangga dengan jantung berdebar2, adrenalin meningkat, keringetan, gedor2 pintu tapi gak ada yang denger teriakan minta tolong 3 orang anak kecil, akhirnya kita turun terus turun ke lantai paling bawah pintu EXIT, dan berakhir di… kantor polisi. *dienk!* Pintu itu diganjal pake bangku dari luar, karena udah panik kita ber3 maen dorong aja tuh pintu ampe orang yang duduk di depan pintu itu ngejungkel. Tuh orang kayanya kriminil lagi diinterogasi sama pak polisi karena memprovokasi acara tahun baruan massal di alun-alun kota(kayanya loh, ini juga imajinasi tingkat tinggi sang anak2 SMP ). Si bapak polisi kaget ngelihat 3 anak lari2an bawa ransel penuh kembang api di dalem pos polisinya. Gak sempet dia nanya2, kita langsung lari melesat keluar gak noleh2 ke belakang lagi, meskipun tuh bapak polisi treak2 manggil2 kita siapa? darimana? manusia bukan? 

heuh’ that was years ago… Salah seorang anak itu udah beranjak dewasa sekarang, menempuh hidup baru:)

_______________________________________________________________________________

Kira2 2 tahun yang lalu, gw masih ingat si Rissa tiba2 nelpon gw, curhat panjang lebar tentang mantannya yang terakhir, who happens to be a friend of mine… Ceritanya pokoknya berakhir dengan tidak mengenakkan, tuh cowok emang rada sableng. Nah berakhir disitu, berawal pula kisah cintanya yang baru. Abis putus dari teman saya yang bang*** itu, dia kenalan sama cowok baru yang sekarang dah jadi suaminya. Everything happens on a purpose, right? Siapa yang nyangka ya akhirnya kenalan sama Donny pas saat dia lagi kusut2nya mikirin masalah pasca putus dari mantannya, ternyata dia malah ketemu jodohnya, si beruntung Donny:)

Beberapa bulan yang lalu pas dia datang ke Jakarta dengan sang cowok pujaan jenguk nenek gw yang lagi sakit, dan mengabarkan kalo mereka kira2 serius mo melangkah lebih jauh ke jenjang pernikahan. Gw sempet nanya sama Rissa sebelum tidur, apakah bener dia udah mantep dengan keputusannya? Tanpa babibu lagi, Rissa langsung jawab “manteb”. Gw gak nyangka dia bisa jawab setegas itu, seyakin itu, jelas sesingkat itu. Brarti memang beneran nih anak udah manteb, gak bisa diganggu gugat. Meskipun dia lebih muda 11 bulan daripada gw, dia emang selalu bersikap lebih dewasa daripada gw, dari dulu.

Sempat gw heran, apa ya yang bisa bikin dia bisa seyakin itu menentukan pilihan? 

Apa ya yang bisa bikin dia setegas itu membuat keputusan? 

Apa pula yang bisa bikin dia semantap itu dalam waktu singkat menetapkan hatinya pada orang ini? 

Apa rasanya? Gimana taunya? Bagaimana kamu bisa seyakin itu? 

Mungkin pertanyaan2 gw agak mustahil dijawab, agak susah dicari rumus tepatnya, kamu cuma tahu aja saat kamu berada di situasi itu, yakin saat kamu menemukan orangnya. Begitu bukan?

_______________________________________________________________________________

Sabtu, 25 April 2009 kemaren akhirnya mereka mengikrarkan diri sehidup semati. Wow, Rissa cuantik banget hari itu, dan hari itu rasanya so special and amazingly magical. Sayangnya, gw gak bisa ngikutin prosesi acaranya secara lengkap, baik di greja maupun resepsinya, karena gw harus jadi penerima tamu di depan! Uh oh benar2 pekerjaan yang paling2 tidak gw sukai. Tapi demi sepupu saya tercinta, senang bisa bantu ambil bagian di hari spesialnya. Gak nyangka, akhirnya beneran dia melewati tahapan hidup selanjutnya, hidup berkeluarga.

Wow, bener ya kita udah sedewasa itu, Ris? Ingetin gw buat cepetan cari cowok jadi gak ketinggalan banget dari kamu…hehehe 

Semoga langgeng terus sampai maut memisahkan, for better for worse, make a lot Rissa Jr. & Donni Jr… 

happy couple released flying ballons... dok. from cik ersian

The two of u looks so lovelly together:) CHEERS!


The “not just go DIVING…”

Yes, i’m learning to dive, and it’s soooo exciting!:)

Things i’ve learned from diving, so far:

  1. Menyadari bahwa gw juga punya ketakutan untuk berada di dalam air dalam waktu lama. Selama ini gw gak pernah takut berada di dalam air, karena gw bisa berenang. Tapi begitu mulai memakai peralatan scuba, dan menyelam, tubuh gw mengirimkan sinyal ke otak, bahwa dalam air itu bukan dunia gw. Ada semacam ketakutan that i don’t belong underwater. Gw nggak takut tenggelam, gw cuma gak terbiasa dengan berada di dalam air untuk jangka waktu yang lama. Padahal peralatan scuba itu, memungkinkan manusia untuk berada dalam air, menjelajah di dalam air, untuk jangka waktu yang kita mau. Bayangkan anda menjelajah di dunia yang benar-benar baru, melihat banyak hal baru di bawah laut, melayang di dalam lautan luas yang tak berbatas, oooh i can’t wait to dive open water…
  2. Gw takut gak bisa ngelihat di dalam air. Sejago-jagonya gw berenang, tapi kalo gw lupa bawa kacamata renang, gw langsung hopeless. Buat gw berenang tanpa bisa melihat arah, tujuan dalam air, itu sama aja boong. Gw selalu merasa gw gak bisa berenang kalo gak pake kacamata renang, dan gw gak berani buka mata di dalam kolam. Kelemahan gw adalah begitu dapet instruksi “mask clearing” -yaitu buka masker, isi air, kemudian hembuskan air keluar dari masker sampai habis, dan ini semua dilakukan di dalam air- gw langsung gelagapan karena berasa gw gak bisa. Padahal semua orang bisa kok buka mata di dalam air, dan ngelihat di dalam air, meskipun pandangan kita kabur karena refraksi, difusi, absorbsi cahaya di dlm air mempengaruhi benda yang kita lihat di dalam air. Dan seharusnya semua orang bisa mask clearing di dalam air, asalkan yakin dia bisa, dan yang terpenting nggak panik.
  3. Berenang itu berbeda dengan menyelam. Berenang, gw percaya diri 100%. Diving, gw baru belajar dan butuh banyak latihan. Ini kayanya masalah kepercayaan diri aja, gw lebih yakin saat diri gw terbebas dari segala peralatan, just me swimming, and i’m allright. Tapi begitu pake peralatan scuba yang bok beratnya makjang! mendadak nyemplung ke kolam itu rasanya beda, butuh penyesuaian diri dengan peralatan scuba untuk bisa percaya diri 100%, i’m in control. Not the scuba controls me.
  4. Selama 24tahun bernafas pake hidung, mulai sekarang di dalam air gw harus membiasakan diri bernafas pakai mulut. Awalnya terasa kaya orang ngeden, berat, rasanya kembung menghirup udara bersih di scuba tank, tapi gw mencoba membiasakan diri untuk bernafas dalam & teratur. Ternyata susah ya memerintahkan otak untuk mengkoordinasikan hidung berhenti bernafas, dan mulut mengambil alih pernafasan. 
  5. Kekuatiran yang berikutnya, gw takut gigi gw jadi mrongos gara2 terlalu kenceng ngegigit mouth piece’nya regulator. See, emang secara garis keturunan ada kecenderungan ‘kemajuan’ itu. Dulu jg sebenernya udah gw koreksi pake kawat gigi, tapi dasarnya gw males, jadi perawatannya kurang maksimal. 
  6. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah hidup gw, gw berharap cadangan lemak di tubuh gw lebih banyak. Did u know? Di dalam air itu, apalagi di dalam laut, suhunya lebih rendah daripada suhu tubuh normal manusia. Jadi maka sehingga penyelam akan kehilangan panas tubuhnya karena konduksi. (Konduksi itu makanan apa ya?? tahu dikecapin dikukus dimakan anget2 maknyuss). Semakin dalam menyelam, maka suhu air semakin rendah. Bayangin, gw baru di dasar kolam 30 menit dan gw udah menggigil kedinginan, apa kabar kalo udah di dalem laut? Naik ke permukaan udah jadi frozen dead meat kali gw:p Kecuali, ada yang mo nyumbang gw beli wet suit untuk menghalau hilangnya suhu tubuh di dalam air. Anyone? hehehe
  7. Trusting someone is essentials. Kita gak bisa pergi diving sendirian, kita harus selalu punya buddy diving, atau instruktur yang mendampingi. Dalam air kita gak bisa berkomunikasiu lewat suara, hanya lewat isyarat tangan. Harus belajar care sama buddy kita, and vice versa. U see, dalam air itu hening banget, bener2 seperti di dunia lain, kita tentu akan kesepian kalo cuma sendirian. I won’t survive there all by myself…
  8. Dalam air rambut gw bagaikan karang api, kata si gambreng. Terima kasih atas pujian, ungkapan kekaguman, apapunlah itu… yang jelas kan gw gak bisa lihat belakang kepala gw sendiri. Ya anggap aja itu pengetahuan baru buat gw, tentang gimana gw terlihat di dalam air:) Si makhluk item unik berambut rasta itu sebenernya punya nama yang keren, tapi lebih milih dipanggil (hompimpaalaium) Gambreng!
  9. Tiap kali selesai kelas kolam, saking kecapekan atau terlalu mendalami kursus diving ini, gw jadi menyelam sampe kebawa mimpi. Menjelang saat2 terlelap itu di atas kasur, mendadak gw merasa melayang di dalam kolam. Yang gw lihat cuma biru air kolam, padahal mata sedang terpejam. Bernafas biasa pakai hidung jadi harus disesuaikan bernafas pakai mulut. Kaya ibu hamil latihan nafas melahirkan gitu lah. Tarik nafassss, hembuskan…hhmmmpph fiuuuhh…hhmmmpph fiuuuuhh… Alhasil gw menyelam dalam mimpi, di atas kasur, kering, geblek:p
  10. Eh bok, kursus diving ternyata gak cuma bisa praktek nyelem doang! Harus ngerti teorinya juga… Oleh sebab itulah kita dapet buku panduan, text book -secara udah lama gak pegang text book lagi-, dan HARUS lulus ujian! Iyahahahaha balik lagi deh gw belajar hukum2 fisika, rumus2 volume, tekanan, sampe pelajaran biologi tentang struktur tubuh, dan organ2 pernafasan manusia. Hiyaaa selamat! Ternyata pelajaran IPA jaman SMA harus balik dipelajari lagi…
  11. Gara2 latihan diving siang hari bolong, dan belum punya wet suit yang memenuhi syarat, serta tanpa proteksi sunblock yang handal, kulit gw jadi gosoooongggggg! Sejujurnya gw gak peduli kulo kulit gw gosong, dengkul gw kebaret dasar kolam, dan jadi biru2 kejeduk dinding kolam, karena gw menikmati dan dapet banyak dari kursus ini…:)

Masalahnya adalah, gw mo kondangan akhir minggu ini! Sepupu saya tersayang akan menikah -Oh i’m so happy for her!- dan gw jaga front desk‘nya. Lu ngertilah, gw gak mo kelihatan kaya anak kampung item kriting nyengir, ditambah bonyok2 di kaki gara2 kejeduk kolam, di depan the biggest event of the year.  

Jadi, gimana cara memutihkan kulit hanya dalam 7 hari?? wait…sekarang, berarti tinggal 4 hari! Oh dear, i’m screwed…

_________________________________________________________________________________________

Kenapa gw ingin belajar menyelam?
  1. Mengambil kesempatan utk belajar sesuatu yang baru, merasa diri muda dan hidup cuma sekali. 
  2. Merasa ini akan mudah karena pada dasarnya gw udah bisa berenang, jadi ini cuma seperti pendalaman skills berenang, right?! …wrong…
  3. Punya cita2 travelling, apalagi mengunjungi pantai2 yang indah di dunia. Kenapa gak sekalian menjelajah dalam lautnya?
  4. Trivia Rekor dunia Indonesia:
  • Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni).
  • Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2)
  • Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.
  • Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).

Kenapa bukan kita yang menikmati dan membanggakannya?

Si Opa Charles kemaren mamerin foto2 divingnya, cukup bikin ngiler2 dan hati semakin mantap tertantang untuk,

“Iya, gw juga pasti bisa ngelihat dengan mata kepala sendiri, gak sekedar dari foto!”


Kepada kamu, dengan penuh kebencian

Kepada kamu,

Dengan penuh kebencian.

Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.

Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?

Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?

Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.

Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.

Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”

Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.

Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…

aku takut sendirian.

-Raditya Dika, Kepada Cinta (Gagasmedia, 2009)-

______________________________________________________________________

Silly… but true:)

Is Radit a genius writer??


beautiful strangers

Senin 13 April 2009, Hari terakhir gw di kampung halaman, menghabiskan waktu liburan paskah. Siang itu panas banget, gw mo pergi berenang sama adek gw. Berdua kita naek motor, berhenti dulu di Taman Bojana (itu semacam food court di alun-alun pusat kota, tempat makanan khas kota kudus). Niat mo makan nasi pindang dulu sebelum nyemplung ke kolam. Parkir motor disitu, geletakin helm di atas motor. Ternyata aman, coba kalo di jakarta, pasti tuh helm udah raib kalo digeletakin doang di atas motor kaya gitu. Masuklah kita di warung nasi pindang, pesen dua porsi nasi pindang, otak goreng, paru bakar, sepiring krupuk rambak, sate ati, sama dua es teh manis…maknyuuss:)

______________________________________________________________________

Pas kita mo selesai makan, dateng  seorang mbah sama anaknya, duduk sebelah gw, pesen nasi soto. Si Mbah mungkin umurnya antara 80-90 tahun, masih pake kebaya dan jarit, khas penampilan orang jaman perang kemerdekaan, sambil berkali-kali ngusap peluhnya. Kasihan si mbah kayanya kepanasan, trus kecapekan jalan kaki. Tiba-tiba aja tuh mbah ngeliatin gw dari atas sampe bawah dgn pandangan ramah, trus membuka percakapan seakan-akan gw ini cucunya sendiri. Ngomong pake bahasa jawa, yang kalo diterjemahin kira-kira kaya gini,

” Dulu mbah waktu muda jalan kaki bisa sampe mana-mana, sekarang udah tua mesti pelan-pelan jalannya, takut jatuh..”

Trus gw jawab gini sambil senyum,

” Iya mbah, ati-ati..pelan-pelan aja jalannya, asal nyampe dgn selamat..”

______________________________________________________________________

Yang gw kangenin dari kampung halaman -selain rumah dan ketemu keluarga gw- salah satunya adalah ini: 

keramah-tamahan khas kota kecil yang gak bisa lu temuin di jakarta. 

Coba kalo keadaannya lagi makan di warung makan di jakarta, ada orang ngeliatin elu dari atas sampe bawah, pasti tanggapannya “apaan sih nih orang ngeliat2?!”. Ato ada orang tak dikenal yang tiba-tiba ramah, berbasa basi dengan kita, pasti bawaannya udah curiga dulu, “jangan2 nih orang mo nipu kali, mo ngehipnotis gw kali..”. Well, gw percaya mungkin aja masih ada orang tulus yang gak kaya gitu di jakarta, yang bener-bener bersikap ramah tanpa kedok niat jahat apapun, ato mungkin mmg masih lugu baru datang dari kampung, tapi tanggapan masyarakatnya cenderung udah judgemental duluan. Hehehe skeptis. 

Coba ini kaya si mbah yang tiba-tiba aja curhat sama gw, seakan-akan gw cucunya sendiri yang udah lama gak ketemu. Gimana gak terenyuh coba? Ato mungkin gw aja yg sentimental gara-gara kelamaan diracuni ibukota. Banyak sih kejadian-kejadian kecil dgn orang asing yg gak gw rasain di jakarta, gw alamin pas pulang kampung kali ini. Kaya pas lagi belanja di carefour di semarang, gw lagi milih2 tomat trus ibu sebelah yang lagi milih tomat juga tiba-tiba senyum ke gw, with no reason, she just smiled at me… kayanya tuh hati langsung adem gitu.

Gw kaya ngalamin culture shock gitu, bego yah, padahal kan disini gw tumbuh besar, tapi gw seperti udah lupa budaya ramah-tamah itu, terlalu lama bersikap jutek-waspada-ria di jakarta. Gw pengen bisa balik bersikap kaya gitu lagi, tapi di jakarta? uhmmm… i don’t think so...

______________________________________________________________________

Adek gw nyalip ibu-ibu bersepeda, sambil bunyiin klakson vario’nya…

“ibuuu…”, sapanya. Si ibu-ibu bersepeda kaget dikit, trus bales nyapa adek gw.

“Sapa nik? emang kenal?” tanya gw.

“Gak kenal, tapi biasanya beli pulsa tmpat si ibu itu..” jawab adek gw.

“Oo..”dalam pikiran gw, kok adek gw perhatiin sih mukanya si ibu jual pulsa, ampe ktmu di jalan aja disapa…

Tuh kan, adek gw aja bisa.. being beutiful strangers to others… Knpa gw gak bisa ya? Udah kaku-kaku nih urat ramah-tamahnya. Oh gw mendadak iri sekaligus bangga sama dia. She definitely got that from my mom:) Dia tuh selalu jadi orang yang cerewet-mudah beradaptasi-supel-gampang deket sama orang baru kenal, sementara gw apapun semuanya yang kebalikan dari dia. That’s why she completes me… ahahaha:p

luv u sis’…


Dongeng Sebelum Tidur…

Gw, Nyonyin, dan Yuli lagi selnjoran di sofa ruang TV kostan kita tercinta, nyalain tv tapi ganti-ganti channel, setengah tewas gitu deh posisinya. Dari ngobrolin tebak-tebakan jayus ga penting, swikee goreng, sampe ngerebutin acara tv yang ada. Si Yuli udah kiyep2 gitu matanya, seperti biasa kalo nyawanya udah mo meninggalkan raga. *Tsah!*

“Lu tau ceritanya ‘Si Emil Anak Nakal’ gak?”, tanya NyonYin.

“Tau! tau! yang ini bukan, novel tentang anak nakal namanya Emil? Anak cowok pake overal gitu, bandel banget, mukanya ada bintik2 di pipinya..itu karangannya Astrid Lindgren??”, jawab gw.

Nyonyin memandang gw dengan pandangan ‘buku apaan tuh? gw blm pnah baca…’, “Bukan! Nih, gini ceritanya ya..”

______________________________________________________________________

Ada tiga sekawan tersesat di hutan. Yang pertamanya si Nyonyin, si Nyonyin tuh dah panik gitu, ketakutan, uda hampir nangis, “Aduh gimana nih? Kalo kita ga nemuin jalan pulang gimana?? Gimana?? HIKZ”. Yang kedua namanya Nyai, si Nyai uda bingung, kesel, marah-marah sndiri, ngedumel, “Kok kita bisa tersesat gini sih? Ini sapa sih nanem hutan disini?? Ga tau aturan banget bikin orang nyasar!?”. Nah, yang ketiga itu si Emil, dia malah hepi-hepi aja ga mikirin prasaan kedua temennya, tetep ketawa-ketiwi gitu, “Hahahahahihihi”. (Kira-kira gitu lah ya, gw lupa cerita si Nyonyin pastinya semalem gimana, disesuaikan dgn kepribadian masing2:P).

Trus si Nyonyin tiba-tiba nemuin lampu ajaib. Tuh lampu ternyata ngeluarin jin yang bisa ngabulin 3 permintaan! Karena si Nyonyin baek hati dan tidak sombong, maka dia ngasi kesempatan juga buat kedua temennya untuk mengucapkan permintaan mereka, jadi masing-masing orang punya 1 permintaan yang bakal dikabulin si jin. Si nyonyin yang pertama, dia minta untuk dipulangkan ke Cirebon. *Ting!* Si Nyonyin ilang, pulang ke rumahnya di Cirebon. Trus giliran Nyai ngucapin permintaan yang kedua, si Nyai minta supaya dia bisa pulang ke Bandung. *Ting!* Si Nyai ngilang, pulang ke rumahnya di Bandung. Lalu giliran si Emil ngucapin permintaan yang ketiga, brarti permintaan yang terakhir. Si Emil mikir-mikir serius, trus ngucapin permintaannya dgn sepenuh hati: “Gw mau temen-temen gw balik kesini, masa gw ditinggal sendirain gini?!” *Ting! Ting!* Nyonyin ama Nyai balik lagi ke hutan, dan mereka bertiga pun…tersesat kembali! Dasar si Emil NAKAL!

AHAHAHAHAHAHAHAHA.. 

Gw, Nyonyin, Nyai ngakak ber3 di sofa… Dongeng yang aneh, nyo…

3 sahabat horor tersesat di hutan. Jin'nya si kelinci imut...

3 sahabat horor tersesat di hutan. image from corbis.com

______________________________________________________________________

Inget kejadian kemaren pas kita ber3 lagi shopping di TA. Mendadak gw kehilangan jejak tuh makhluk ber2, si Nyonyin dan Nyai ilang dari pandangan gw. Pas gw temukan kembali, mereka lagi asiknya milih-milih kancut diskonan ‘50% beli 3 gratis1′. Sialan nih, blanja kancut gak ngajak2 gw. Akhirnya gw ikutan sibuk mo borong kancut diskonan, sementara mereka ber2 melesat duluan ke kasir. Pas gw nyampe kasir, tuh makhluk be2 ngilang lagi dari pandangan gw. Mereka ber2 uda raib ntah kemana, gw bingung nyarinya diantara keramaian ibu2, dan cici2 penggila diskon seperti ini. Gw telponlah itu hapenya Nyonyin…

“Duh, gw lagi di fitting room nih! ribet…”, kok malah si Nyonyin yang heboh duluan. Kan gw yg ditinggalin, mestinya gw yang heboh dunk?!

“Lu dimanaaaa?? Iiiih, gw ditinggalin mulu nih!” nut..nut..nut.. 

Untuk menegaskan bahwa saya gak suka ditinggalin kaya gini tanpa pertanggungjawaban apa2 -paling gak pulangin dunk ke rumah orangtuakuuuu- maka gw langsung matiin tuh telponnya dengan sadis!

Gak lama kemudian, si Nyonyin nelp gw lagi menanyakan lokasi gw berpijak di bumi. Dan gak lama kemudian nongollah itu mereka ber2 di depan muka saya, heboh merasa bersalah. 

“Maaap..maaap…gw kalap liat diskonan, di mata gw cuma liat ‘Sale’, gak peduliin lu lagi…”, gitu kata Nyonyin.

“Gw gak tau Mil, tadi gw langsung diseret dia gitu… nih dia nih kalap mo blanja!”, gitu kata Nyai membela diri.

Gw pasang tampang akting merengut tapi tetep kiyut (whekz).

“Duh kenapa sih hari ini sensian banget??”, si Nyonyin ngebujuk.

“Executive disana lagi diskon Mil, yuk yuk kita lihat bareng2…”, si Nyai merayu.

“Kenapa sih gw ditinggalin mulu???! nut..nut..nut… Gila, dramatis banget yah gw tadi?? Ahahahaha!”, Gw cengar cengir di depan mereka ber2.

……………..zzzz…………….dan mereka pun langsung balik badan GRAK!

______________________________________________________________________

Mirip kan, ceritanya mirip sama dongengnya Nyonyin tentang ‘Si Emil Anak Nakal’ kan?? Bahkan namanya pun sama loh… Kok bisa gitu yah…?

i wonder why? Was it just a coincidence, or destiny? what do you think? aneh…


hari ngisi kuis nasional

Pernahkan anda merasa begitu ketergantungan terhadap suatu hal, sampai-sampai gak bisa melepaskan diri darinya? No, no, gw gak lagi ketergantungan obat-obatan terlarang dan psikotropika.. Hanya terjebak di sebuah hari yang menuntun saya menjadi ketagihan akan sesuatu. Btw, udah tau belum kalo hari yg gw maksud mo dijadiin hari raya baru? Iya iya, beneran gw cuma boong. Secara teori, ini sebenernya hari biasa, gak ada tanggalan merah di kalender. Seharusnya anda masuk kerja-kuliah-sekolah seperti hari-hari biasa, tapi prakteknya, anda gak ngerjain apa2 hari itu. Gak ada kerjaan sama sekali, alias pengangguran, dan makan gaji buta. 

Dulu waktu masih jamannya tergila-gila friendster, gw ampe dinobatkan sebagai MISS BULBOARD sekecamatan haji senin kelurahan binus periode 2005-2006 oleh si Kampret. Adalah itu temen saya yang kampret banget, gara-garanya gw keranjingan ngisi bulboard terus saban hari sampe akhirnya menyandang predikat itu. Dulu banget waktu gw masih sekolah dan papah saya bawa pulang tape baru, tiap pulang sekolah gw pasti mengurung diri di kamar, karaokean lagunya Nike Ardilla & Yuni Shara ampe diteriakin kucing tetangga, “BIRISIIKK!”(bayangin kucingnya aja ampe bisa protes), baru deh gw berhenti. Dulunya lagi pas gw baru aja bisa naek sepeda, gw sepedaan terus keliling komplek ampe gosong item dekil, baru deh pulang ke rumah. Dulu banget, dulunya lagi…uhmm gw gak inget, soalnya gw masih kecil banget.

Sekarang, pas lg addict sama facebook, tiap dateng kantor cek facebook, istirahat makan siang kutak kutik facebook, mo pulang facebook lagi dipamitin. Hari ini! Hari ini saya gak ada brief kerjaan sama sekali, alhasil seharian ngisi kuiz-kuiz mulu di facebook. Maka gw menobatkan hari ini sebagai HARI NGISI KUIS NASIONAL! Mwahahahahahahaa….

 

neverending quizzes

neverending quizzes

*Bletak!* (digaplok dari belakang oleh Bos gw)

“Kemaren baru aja diomongin pas internal meeting, kalo jaman lagi resesi kaya sekarang ini harus usaha bikin sesuatu yg kreatif, berpikir jauuuuhh, bikin sesuatu yang beda, jangan facebookan mulu!”

“Err..uhmm..anu pak, ini kan dalam rangka latihan melatih kejujuran, memperalam karakter personal, meningkatkan kreatifitas dalam berpikir dan menjawab suatu persoalan, pak!”

-pembicaraan imajinari, kalo aja ntar beneran ketangkep basah seharian facebookan gitu-

Untung si bos gak segitunya! nyantai aja tuh… Hehehe Gak kok, gw gak ketagihan beneran, cuma bosen aja gak ada kerjaan, cari-cari pengisi waktu luang. Lain kali mestinya gw bawa benang wol trus ngerajut deh di kantor (beuh, emange bisa??). Paling gak kan gw gak autis sperti para pengguna gadget sejuta umat itu tuh yg lg booming banget…(sapa yaaaaa?? hehehe). Padahal kemaren baru aja kejadian, blog gw tersebar ria sekantor pada baca, termasuk si Bos. Aduuuh, kan malu saya:p Ketauan dunk aib-aib saya…tapi tetep aja nih nulis ttg addicted to facebook..ckckck…

Peace, pak:) Heil Hitler!